Minggu, 27 Desember 2015

Pendidikan Karakter



 Pendidikan Indonesia kini sedang gencar-gencarnya menekankan pendidikan karakter. Bahkan, di kurikulum 2013 terdapat Kompetensi Inti yang menekankan hal itu. Pendidikan karakter sejatinya sudah sudah ada sejak zaman dulu kala. Sebagai manusia yang beragama tentu saja kita mempunyai model sebagai rujukan dalam kita berperilaku, baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, maupun bagian dari suatu negara.


Sebagai manusia yang religius, kita mempunyai model panutan masing-masing. Sebagai Muslim mempunyai teladan yang utama, yaitu Muhammad saw. Sebagai Kristiani mempunyai teladan Isa as. Sebagai Budha punya teladan Sidharta Gautama. Hindu pun punya teladannya sendiri. Lalu apa hubungannya dengan pendidikan karakter? Teladan-teladan yang ada dalam agama masing-masing tentu mempunyai perilaku yang patut ditiru, baik dari segi ucapan dan perilakunya.
Sebagai seorang Muslim, tentu kita harus meneladani ucapan dan perilaku Muhammad saw. Sebagai manusia pilihan Muhammad saw pun tak luput dari segala ujian dan cobaan. Ujian dan cobaan ini diberikan Allah SWT kepada Muhammad mempunyai misi sebagai contoh umat-umat selanjutnya. Bagaimana seharusnya kita sebagai umatnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan hidup sesuai yang dicontohkan oleh Muhammad saw. Ujian dan cobaan yang dihadapinya pun berlipat ganda. Pernah ditekan secara fifik, mental, politik, juga ekonominya.Namun, karakter pantang menyerah, berani, dan tawakal kepada Allah selalu terpelihara.
Bujukan, rayuan kepadanya pun datang bertubi-tubi. Kaum Quraisy menjanjikan kekuasaan, kekayaan, dan wanita kepada Muhammad saw agar mau menghentikan dakwahnya. Namu sekali lagi, karakter teguh pendirian tidak menggoyahkan prinsipnya dalam tugas menyampaikan risalah Allah kepada seluruh manusia.
Kita saat ini sering gagap ketika membuat konsep tentang pendidikan karakter. Padahal konsep pendidikan karakter sejatinya sudah ada dalam literasi-literasi masa lalu. Kisah-kisah kehidupan para nabi sebenarnya sudah memuat pendidikan karakter yang positif. Tinggal bagaimana kita menggalinya.
Langkah pertama dari belajar pendidikan karakter adalah membaca kisah-kisah keteladanan para nabi. Selanjutnya adalah mendiskusikannya pada era kekinian, dan diejawantahkan dalam perilaku kehidupan kita masing-masing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar